REVIEW: AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle Linn.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
Abstract
Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri gram positif yang termasuk bagian flora normal pada manusia ataupun hewan yang dapat menjadi patogen ketika imun seseorang sedang lemah. Penanganan penyakit infeksi yang disebabkan oleh S. aureus umumnya menggunakan antibiotik namun tingginya tingkat resistensi S. aureus terhadap berbagai antibiotik menyebabkan pengobatan menjadi sulit sehingga kini pengembangan tanaman obat banyak dilakukan sebagai alternatif pengobatan selain antibiotik. Terdapat banyak penelitian yang membuktikan potensi daun sirih hijau sebagai antibakteri salah satunya yang dilakukan oleh Lubis et al (2020) menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) konsentrasi 1% memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat sebesar 11.875 mm. Tujuan review artikel ini adalah untuk mengetahui potensi daun sirih hijau sebagai antibakteri terhadap S. aureus. Metode pada review jurnal ini ialah narrative review melalui penelusuran pustaka (literature review) nasional ataupun internasional. Hasil review menunjukkan bahwa daun sirih hijau memiliki aktivitas antibakteri dengan beragam diameter zona hambat yang disebabkan oleh banyak faktor. Daun sirih hijau memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus.
Read the paper
Related studies
- Deciphering the Resistome of the Widespread Pseudomonas aeruginosa Sequence Type 175 International High-Risk Clone through Whole-Genome Sequencing
- Laboratory-based nationwide surveillance of antimicrobial resistance in Ghana
- Phenotypic characterization of an international Pseudomonas aeruginosa reference panel: strains of cystic fibrosis (CF) origin show less in vivo virulence than non-CF strains
- Incidence and factors associated with development of phlebitis: results of a pilot study cohort
- Efficacy of triple therapy with a proton pump inhibitor, levofloxacin, and amoxicillin as first-line treatment to eradicate Helicobacter pylori
- Ten-Day versus 14-Day Levofloxacin-Containing Triple Therapy for Second-Line Anti-Helicobacter pyloriEradication in Taiwan
Go deeper in Evidence Hub
Evidence Hub adds a study data sheet (design, sample size, evidence level, key numbers), an AI summary and a chat grounded in the paper's text.