Evidence Hub

Potensi kombinasi senyawa bioaktif kumis kucing DAN daun yakon sebagai terapi diabetes mellitus: studi in silico DAN prediksi admet

Saeful Amin, Devi Pitara

Journal of Public Health Science, 2025

Abstract

Penelitian ini merupakan studi in silico yang bertujuan untuk mengevaluasi potensi kombinasi senyawa bioaktif dari kumis kucing (Orthosiphon stamineus) dan daun yakon (Smallanthus sonchifolius) sebagai terapi alternatif diabetes mellitus. Metode yang digunakan meliputi molecular docking untuk menilai afinitas senyawa terhadap protein target diabetes, serta analisis ADMET untuk mengevaluasi aspek farmakokinetik dan toksisitas. Target protein yang digunakan adalah PTP1B, aldose reductase, dan SGLT-2 dengan ligan pembanding berupa metformin, glibenclamide, dan empagliflozin. Hasil docking menunjukkan bahwa senyawa luteolin memiliki afinitas tinggi terhadap PTP1B (ΔG = -8.05 kcal/mol), sinensetin terhadap aldose reductase (ΔG = -7.72 kcal/mol), dan 1,3-O-dicaffeoylquinic acid terhadap SGLT-2 (ΔG = -10.47 kcal/mol). Analisis ADMET menunjukkan bahwa seluruh senyawa memiliki absorpsi baik, distribusi luas, serta tingkat toksisitas rendah, termasuk tidak bersifat mutagenik maupun hepatotoksik. Dengan demikian, kombinasi senyawa dari kumis kucing dan daun yakon menunjukkan potensi kuat sebagai kandidat terapi herbal untuk diabetes mellitus. Kata Kunci : Diabetes Mellitus, In Silico, Kumis Kucing, Daun Yakon, Molecular Docking, ADMET, PTP1B, Aldose Reductase

Read the paper

Related studies

Go deeper in Evidence Hub

Evidence Hub adds a study data sheet (design, sample size, evidence level, key numbers), an AI summary and a chat grounded in the paper's text.

Open this study Sign up free