Evidence Hub

Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien ICU dengan metode DDD: narrative review

Indah Permataningtyas Mergwar, Prita Anggraini Kartika Sari

Prosiding Seminar Nasional Farmasi Universitas Ahmad Dahlan, 2024

Abstract

ABSTRAK Penggunaan antibiotik di Intensive Care Unit (ICU) sangat penting untuk mengobati infeksi serius, namun berisiko meningkatkan resistensi antimikroba. Metode Defined Daily Dose (DDD) digunakan untuk menilai dan mengukur penggunaan antibiotik secara kuantitatif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien ICU dengan metode DDD. Penelitian ini merupakan narrative review, dengan pencarian artikel yang bersumber dari database Google Scholar, dan DOAJ, dengan menggunakan alat Mendeley sebagai referensi pengelola. Ada 9 artikel yang memenuhi syarat inklusi dan eksklusi dengan 8 artikel menggunakan metode observasional retrospektif dan 1 artikel prospektif. Sebagian besar studi dilakukan di Pulau Jawa (7 artikel), dengan 2 artikel dari Sumatera Utara dan Pontianak. Ceftriaxone adalah antibiotik yang paling umum digunakan (13,80-76,15 DDD/100 patient-days), diikuti oleh levofloxacin dan meropenem. Tiga antibiotik yang paling umum digunakan di ICU adalah ceftriaxone, levofloxacin, dan meropenem. Studi ini menunjukkan bahwa metode DDD masih terbatas di luar Pulau Jawa, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut di wilayah lain. Nilai DDD yang tinggi mencerminkan kebutuhan klinis di tiap rumah sakit. Kata kunci: Antibiotik; ICU; Metode DDD

Read the paper

Related studies

Go deeper in Evidence Hub

Evidence Hub adds a study data sheet (design, sample size, evidence level, key numbers), an AI summary and a chat grounded in the paper's text.

Open this study Sign up free