Evidence Hub

Perbandingan efektivitas regimen antibiotik levofloxacin-based DAN clarithromycin-based pada eradikasi helicobacter pylori

Nisrina Dea Almira, Tuhfatul Ulya, Raden Roro Elvina Chandra Yani, Muhammad Imam Rizqullah Ramadhan, Radinda Zyra Kaylila

Jurnal Kesehatan Tambusai, 2026

Abstract

Infeksi Helicobacter pylori merupakan penyebab utama ulkus peptikum dan masih menjadi tantangan klinis global akibat meningkatnya resistensi antibiotik, khususnya terhadap clarithromycin yang telah lama digunakan sebagai terapi lini pertama. Peningkatan resistensi ini menyebabkan penurunan tingkat keberhasilan eradikasi sehingga diperlukan evaluasi terhadap regimen alternatif seperti terapi berbasis levofloxacin. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas dan keamanan regimen levofloxacin-based dan clarithromycin-based dalam eradikasi H. pylori. Studi ini merupakan penelitian sekunder dengan desain narrative literature review komparatif terhadap artikel yang dipublikasikan pada periode 2016–2025. Penelusuran literatur dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan NCBI, kemudian dipilih studi yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan relevansi, desain penelitian, serta kelengkapan data tingkat eradikasi dan efek samping. Data dianalisis secara naratif dengan membandingkan hasil eradikasi berdasarkan analisis intention-to-treat (ITT) dan per-protocol (PP) serta mengevaluasi profil tolerabilitas masing-masing regimen. Hasil sintesis menunjukkan bahwa sebagian besar studi melaporkan tingkat eradikasi lebih tinggi pada regimen berbasis levofloxacin dengan kisaran 74–91,8%, dibandingkan clarithromycin yang berkisar 51,7–83%. Keunggulan ini lebih konsisten pada terapi berdurasi 10–14 hari dan di wilayah dengan resistensi clarithromycin tinggi,…

Read the paper

Related studies

Go deeper in Evidence Hub

Evidence Hub adds a study data sheet (design, sample size, evidence level, key numbers), an AI summary and a chat grounded in the paper's text.

Open this study Sign up free