Quantum indeterminacy and the sovereignty of GOD
Abstract
Pada akhir abad ke-18, paradigma fisika Newtonian dinilai mendukung wawasan materialisme dan determinisme. Konsep akan Allah yang deistik dinilai sebagai suatu alternative pemikiran rasional dari konsep akan Allah yang tradisional. Akan tetapi, keyakinan akan paradigma fisika Newtonian, beserta implikasi filosofis dan teologisnya, telah tersisihkan dengan munculnya paradigma baru fisika kuantum pada permulaan abad ke-20. Ketidakpastian Kuantum dilihat oleh sebagian pihak sebagai sekutu mereka untuk membawa kembali hal-hal yang bersifat supra-natural dan immaterial ke dunia ini. Akan tetapi, paradigma fisika yang baru ini sekaligus datang dengan tantangan-tantangannya sendiri; sebagian pihak telah menemukan sokongan ilmiah di dalam paradigma fisika yang baru ini terhadap wawasan Molinisme dan Teisme yang terbuka. Kedua wawasan akan Allah ini memberikan batasan akan kedaulatan Allah sehingga menyepelekan gambaran Allah yang alkitabiah. Komitmen kita kepada kemutlakan kedaulatan Allah akan setiap detil dari dunia yang Ia ciptakan dan kepada perbedaan antara Pencipta-ciptaan, telah memberikan suatu jalan keluar bagi kita untuk mengerti ketidakpastian kuantum.?
Read the paper
Related studies
- Quantum dots: synthesis, bioapplications, and toxicity
- A Guide to In Silico Drug Design
- Quantum Computing for Healthcare: A Review
- Automated in Silico Design of Homogeneous Catalysts
- Identification of Novel 3-Hydroxy-pyran-4-One Derivatives as Potent HIV-1 Integrase Inhibitors Using in silico Structure-Based Combinatorial Library Design Approach
- In silico structural elucidation of RNA-dependent RNA polymerase towards the identification of potential Crimean-Congo Hemorrhagic Fever Virus inhibitors
Go deeper in Evidence Hub
Evidence Hub adds a study data sheet (design, sample size, evidence level, key numbers), an AI summary and a chat grounded in the paper's text.